POSISI IMAM PADA SHOLAT JANAZAH

Dimanakah Posisi Imam ketika berdiri untuk menyolatkan janazah ?

Para Ulama berbeda dalam masalah ini. Sejumlah Ulama berpendapat : Imam berdiri ditengahnya baik laki-laki maupun wanita.

Para ulama yang lain berkata : jika mayat adalah wanita maka posisi imam di tengahnya, dan jika pria posisi imam di kepalanya.

Dan sebagian lagi berkata : baik laki maupun perempuan imam berdiri di dadanya. Ini adalah pendapat ibnul Qasim dan pendapat Abu hanifah.

Sedangkan Maliki dan Syafii tidak menetapkan batas tentang itu.

Pendapat lain mengatakan : boleh saja berdiri dimana imam suka.

 

SEBAB PERBEDAAN Continue reading →

Iklan

ORANG YANG PALING PANTAS JADI IMAM SHOLAT

ORANG YANG PALING PANTAS JADI IMAM SHOLAT

Ulama berbeda tentang siapa yang paling utama menjadi Imam dalam Sholat :

Imam Malik berpendapat: yang paling utama adalah yang paling faqih (afqahu) bukan yang paling fasih (aqra’u). Pendapat ini juga dipilih oleh Imam Syafii.

Imam Abu Hanifah dan Ahmad berpendapat yang utama adalah karena kefasihannya.

Sebab perbedaan adalah dalam memahami redaksi hadits berikut :

يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم بالسنة، فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة، فإن كانوا في الهجرة سواء، فأقدمهم إسلاما، ولا يؤم الرجل الرجل في سلطانه ولا يقعد في بيته على تكرمته إلا بإذنه

Yang paling berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling baik bacaannya dalam Kitab Allah, jika setara dalam qiroah maka yang paling mengerti tentang sunnah. Jika setara dalam sunnah maka yang lebih dahulu hijrah, jika setara maka yang lebih dahulu masuk Islam. Dan janganlah seseorang menjadi Imam di wilayah kekuasaan orang lain, dan jangan duduk di rumahnya kecuali dengan izinnya.

Hadits ini disepakati keshohihannya, hanya diperselisihkan pemahamannya.

Ada yang memahami sesuai dengan zhahir hadits, (Kata Aqra’ difahami sebagai yang paling baik bacaannya ; pen). Inilah pendapat yang dikemukakan oleh Abu hanifah.

Sedangkan ulama yang lain berpandangan bahwa kata Aqra’uhum lebih bermakna orang yang paling baik pemahamannya. Karena kebutuhan terhadap pemahaman tentang imamah lebih penting daripada hanya sebatas qiroah. Dan biasanya dikalangan para sahabat orang yang baik bacaannya baik pula pemahamannya. Dan ini jugalah yang menjadi permasalahan umat dewasa ini.

 

Disarikan dari Kitab Bidayatul Mujtahid.

PERBEDAAN TENTANG QUNUT SUBUH

PERBEDAAN TENTANG QUNUT SUBUH

Disarikan dari Kitab Bidayatul Mujtahid karangan Ibnu Rusyd.

 

Ulama berbeda tentang permasalahan dalam Qunut :

  1. Malik berpendapat bahwa Qunut dalam sholat Subuh Mustahab
  2. Syafi’i mengatakan sunnah
  3. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak boleh Qunut dalam sholat subuh. Karena qunut posisinya ketika witir.
  4. Pendapat-pendapat lain :
  • Qunut dilaksanakan tiap waktu sholat,
  • Tidak ada Qunut kecuali pada bulan Ramadhan
  • Hanya pada separuh akhir Ramadhan
  • Hanya separuh awal Ramadhan

Sebab-sebab Perbedaan : perbedaan dalam atsar-atsar yang dinukil dari Nabi SAW tentang hal tsb, dan qiyas tentang qunut sebagian sholat terhadap sholat yang lain. Yaitu ketika nabi qunut pada sebagian sholat dan tidak qunut pada sholat yang lain.

Abu Umar bin Abdul Barr berkata : Qunut dilakukan ketika melaknat orang-orang kafir pada bulan Ramadhan, mengikuti doa Rasul ketika melaknat Rail dan Dzakwan, pada peristiwa para sahabat yang dibunuh di sumur Maunah.

Al Laits bin Saad berkata : tidak qunut sejak 40 atau 45 tahun kecuali dibelakang imam yang berqunut, mengambil hadits dari Nabi bahwasanya beliau qunut sebulan atau 40 hari mendoakan suatu kaum sampai Allah menurunkan ayat QS Ali Imron 128

{ليس لك من الأمر شيء أو يتوب عليهم أو يعذبهم فإنهم ظالمون}

Maka Rasul meninggalkan qunut, dan tidak qunut lagi setelahnya sampai beliau wafat. Dia berkata : maka sejak dibawakan hadits tersebut aku tidak lagi mengerjakan qunut. Inilah yang pendapat yang dipilih Yahya bin Yahya.

Dan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah :

أن النبي عليه الصلاة والسلام قنت في صلاة الصبح، ثم بلغنا أنه ترك ذلك لما نزلت {ليس لك من الأمر شيء أو يتوب عليهم} وخرج عن أبي هريرة أنه قنت في الظهر والعشاء الأخيرة وصلاة الصبح

Dan dalam hadits lain

أنه قنت شهرا في صلاة الصبح يدعو على بني عصية”

BACAAN QUNUT

  • Menurut Maliki doa yang mustahab dibaca ketika qunut adalah

 

“اللهم إنا نستعينك ونستغفرك ونستهديك ونؤمن بك ونخنع لك ونخلع ونترك من يكفرك، اللهم إياك نعبد ولك نصلي ونسجد وإليك نسعى ونحفد، نرجو رحمتك ونخاف عذابك إن عذابك بالكافرين ملحق”

  • Imam Syafii mengatakan doa yang dibaca ketika qunut adalah

اللهم اهدنا فيمن هديت وعافينا فيمن عافيت، وقنا شر ما قضيت، إنك تقضي ولا يقضى عليك، تباركت ربنا وتعاليت”

KATA-KATA TAKZIAH ATAS KEMATIAN SEORANG ANAK

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah 155 :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqoroh : 155)

Sesungguhnya kematian adalah salah satu dari cobaan yang Allah berikan kepada manusia. Setiap manusia pasti akan mengalami kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Ntah itu orang tua, istri, suami atau juga anak yang sangat kita sayangi. Target dari hasil ujian yang Allah berikan ini adalah membentuk manusia menjadi orang yang sabar, yaitu orang-orang yang dengan segenap hati menyadari bahwa semua ini adalah Milik Allah dan pasti akan dijemput Allah kembali.

SUATU hari, anak Abu Thalhah meninggal dunia. Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah, berkata kepada orang-orang yang menjenguk anaknya, “Janganlah ada yang memberi kabar kepada Abu Thalhah hingga akulah sendiri yang memberi kabar duka ini.”

Berkata begitu, Ummu Sulaim segera merapikan jenazah putranya.

Malam harinya, Abu Thalhah pulang. Ia segera menanyakan keadaan anaknya.

“Ia tenang seperti sedia kala,” jawab Ummu Sulaim.

Istri taat ini bergegas menyuguhkan makan malam bagi suaminya. Tak lupa mematut diri di depan cermin agar tampak lebih indah dari biasanya.

Melihat istrinya yang berhias cantik, Abu Thalhah pun bergairah. Malam itu pun Ummu Sulaim melayani suaminya di atas tempat tidur.

Setelah Ummu Sulaim melihat suaminya tampak puas dan tenang jiwanya, ia pun berkata lembut, “Wahai Abu Thalhah, bila ada keluarga yang meminjam sesuatu kepada keluarga yang lain, lalu mereka meminta kembali barang pinjaman itu, tetapi keluarga itu menolak mengembalikan pinjaman itu, bagaimana menurut pendapatmu?”

“Sungguh, sekali-kali mereka tidak berhak untuk menolaknya karena barang pinjaman harus dikembalikan kepada pemiliknya,” jawab Abu Thalhah dengan segera.

Mendengar jawaban itu, Ummu Sulaim tersenyum, kemudian berkata lagi, “Sesungguhnya anakmu adalah barang pinjaman dari Allah, dan Allah telah mengambilnya.”

Seketika Abu Thalhah mengucapkan kalimat istirja’, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un. Continue reading →

KATA-KATA NASEHAT / TAKZIAH TENTANG KEMATIAN

Yang kami muliakan ahli musibah keluarga di rumah ini…

Yang kami hormati seluruh ahli Takziah yang berhadir di rumah duka ini..

Segala puji dan syukur senantiasa tercurah kepada Allah atas nikmat dan karunianya kepada kita. Sampai saat ini kita masih diberi nafas kehidupan gratis tanpa harus membayar oksigen untuk bernafas, kita masih diberi waktu, kesempatan, kesehatan, tempat tinggal, pekerjaan, dan jutaan bahkan milyaran nikmat lagi yang tak dapat kita hitung, wa in tauddu nikmatallah la tuhsuha.

Sholawat dan salam juga terus kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan kita dapat bertemu beliau dan mendapat syafaatnya di hari akhir kelak.

Kematian adalah sesuatu hal yang sangat sering terjadi di sekeliling kita, ntah itu keluarga, tetangga, saudara, sahabat dsb. Bahkan dalam bulan ini semakin sering kita mendengar kabar duka, hampir setiap subuh ada kabar duka cita. Kematian bukanlah hal yang baru, tapi tetap saja ketika kita mendengar kematian hati kita merasa takut dan sedih. Terutama orang-orang yang ditimpa musibah kematian. Untuk itulah Rasul pernah berpesan

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ – يَعْنِي الْمَوْت

Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yakni kematian).” [Riwayat at-Tirmidzi IV/553/2307, Ibn Mājah II/1422/4258, dan lain-lain.]

Continue reading →

TAHUN BARU HIJRIAH MOMENTUM MENUJU PERUBAHAN

 

 

Pada masa ketika Allah menciptakan langit dan bumi, Allah telah menetapkan perhitungan waktu bagi manusia sebanyak 12 bulan menurut peredaran bulan terhadap bumi. Hal ini dijelaskan Allah dalam surat QS. At Taubah: 36

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Di antara 12 bulan tersebut, ada 4 bulan yang memiliki keistimewaan. Bulan-bulan istimewa ini adalah Muharram, Rajab, Zulqadah dan Zulhijjah. sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi :

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”

Sebenarnya Masyarakat Arab sejak masa silam, sebelum kedatangan Islam, telah menggunakan kalender qamariyah (kalender berdasarkan peredaran bulan). Mereka sepakat tanggal 1 ditandai dengan kehadiran hilal. Mereka juga menetapkan nama bulan sebagaimana yang kita kenal. Mereka mengenal bulan Dzulhijah sebagai bulan haji, mereka kenal bulan Rajab, Ramadhan, Syawal, Safar, dan bulan-bulan lainnya. Bahkan mereka juga menetapkan adanya 4 bulan suci: Dzulqa’dah, Dzulhijah, Shafar Awal (Muharam), dan Rajab. Selama 4 bulan suci ini, mereka sama sekali tidak boleh melakukan peperangan. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. seperti kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tahun gajah. Continue reading →

HALAL BI HALAL

HALAL  BI HALAL

Marilah kita senantiasa bersyukur dan bertahmid

Kepada Allah pencipta bumi dan langit

dalam kondisi apapun baik sehat maupun sakit

ketika senang maupun sulit, ketika lapang maupun sempit, punya rezeki banyak maupun sedikit, ketika untung maupun ketika pailit.

 

Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad

Rasul yang diutus kepada umat

Mengajarkan Islam sebagai syariat

Sebagai petunjuk jalan agar tidak tersesat

Hidup di dunia maupun di akhirat

Mudah2an kita semua pada hari kiamat

Insyaalah akan mendapatkan syafaat

 

Prolog

Yang saya muliakan bapak ibu ahli bait dirumah ini serta para tamu dan keluarga yang datang pada acara halal bi halal pada hari ini.

 

Indonesia memiliki Tradisi budaya yang sangat kaya dan mengakar kuat, sehingga ajaran Islam yang kemudian masuk ke negeri ini banyak sekali terjadi asimilasi, percampuran, pertukaran, penyerapan antara agama dan budaya. Antara lain budaya wayang di Jawa yang konon oleh sunan Kalijaga dijadikan sarana dakwah dengan memasukkan kisah Islami ke dalam cerita pewayangan. Adapula tradisi punggahan, ruwahan, meugang yang merupakan tradisi menyambut ramadhan.

Ada pula tradisi Halal bi halal, dari namanya jelas sekali menyerap dari Bahasa Arab tapi kalau Orang Arab ditanya mereka pun tak faham. Karena ini adalah sebuah tradisi dan budaya bangsa Indonesia yang mungkin biar kelihatan lebih Islami maka digunakanlah istilah yang berbau arab.

Mungkin bagi sebagian saudara kita yang faham tekstual agamanya agak keras, mereka menganggap ini adalah bidah, karena tidak ada dasarnya. Kalau cerita bidah kita sholat pakai sajadah, Masjid kita kita keramik, azan pakai toa itu bidah semuanya. Karena tak ada di zaman Nabi, Masjid Nabi hanya beralaskan tanah, makanya ada hadis yang mengatakan kalau membuang ludah di Masjid harus ke sebelah kiri lalu digosok dengan sepatu, karena lantainya tanah, kalau digosok dia akan hilang, apalagi ada yang sholat pakai sepatu. Tapi kalau sekarang buang ludah di Masjid di atas keramik atau ambal mau lah merepet nazir masjidnya.

Kalau lihat dari kulit atau bungkus memang halal bi halal ini tak ada dasarnya, tapi kalau kita lihat isinya maka akan kita dapati begitu banyak ajaran Islam dan sunnah Nabi yang terserap di dalamnya.  Banyak sekali hal-hal positif dan manfaat dari tradisi halal bihalal ini. Kita tidak kaji lagi apa arti dari halal bi halal ini karena ini adalah istilah yang di arabkan dan Cuma kemasan saja biar lebih menarik. Tapi kita coba telusuri kebaikan apa saja yang kita rasakan dalam tradisi halal bi halal ini.

Continue reading →

SEMANGAT BERINTERAKSI DENGAN AL QURAN

Al-Quran sebagai Petunjuk Kehidupan

Setiap orang yang mengadakan perjalanan baik ke luar negeri, ke tengah hutan, mendaki gunung maka hal yang paling penting dipegang adalah petunjuk jalan baik itu peta, GPS, kompas, arah atau rambu jalan dsb sebab tanpa petunjuk maka alamat akan tersesat ditengah jalan. Maka ketika kita ingin meniti jalan selamat sampai ke surga, kita membutuhkan petunjuk agar tidak tersesat ke neraka. Allah SWT berfirman

  1. Alif laam miin[10].
  2. Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12],

Al-Quran diturunkan Pertama kali

Kapan Al-Quran diturunkan ? Para Ulama dan Ahli Sejarah berbeda Pendapat tentang Kapan peristiwa turunnya Al-Quran. Ada yang mengatakan bulan Rajab, ada yang mengatakan bulan Ramadhan. dan terjadi juga pendapat tentang tanggal pastinya turun di Bulan Ramadhan.

Tapi jika kita merujuk kepada Al-Quran kita temukan di beberapa ayat :

  1. Al-Quran turun bulan Ramadhan Al-Baqarah 185

Al-Quran turun malam Lailatul Qadar AlQadr 1 dan Ad Dukhan 3

Jadi apapun versinya, yang jelas Al-Quran turun bulan Ramadhan dan di Malam Kemuliaan dan Berkah (lailatul Qadr).

 

Ayat Pertama Turun

 

Sebagaimana yang sudah kita mafhum, dan sudah sering kita dengar bahwa Ayat pertama yang turun adalah surat Al-Alaq 1-5

Ketika itu Nabi sedang bertahannuts di Gua Hiro, di Jabal Nur. kemudian datanglah Jibril menemui Nabi dan menyampaikan wahyu “iqra bismirabbikalladzi khalaq”

Nabi pun pulang dengan sangat ketakutan dan meminta istrinya Khadijah untuk menyelimutinya, Khadijah menanyakan kepada beliau apa yang menimpanya. Rasulullah menceritakan kejadian yang dialaminya ketika berada di Gua Hiro.

Kemudian Khadijah berangkat menemui pamannya Waraqah bin Naufal, seorang pendeta nashrani yang mengusai Kitab. Lalu Khadijah menceritakan kejadian yang menimpa Nabi. Waraqah mengatakan itu adalah Malaikat yang sama yang turun kepada Nabi Musa. Jika saja aku masih muda dan masih hidup kelak ketika kaummu mengusirmu. Aku pasti akan menjadi pembelamu. Nabi berkata “apakah kaumku akan mengusirku” Waraqah menjawab “tidak ada Nabi yang membawa Perintah Tuhan yang tidak diusir oleh kaumnya.

Al-Quran turun berangsur-angsur.

Kemudian setelah wahyu pertama turun, Al-Quran pun mulai turun secara berangsur-angsur kepada Nabi. Lamanya sekitar 23 tahun. Ada yang turun ketika Nabi berada di Makkah disebut Ayat Makkiyah 13 tahun lamanya dan ada yang turun di madinah (Madaniyyah) 10 tahun

Apa Hikmahnya :

  1. Untuk menetapkan / memantapkan Al-Quran itu kedalam hati Nabi QS Al-Furqan 32
  1. berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah[1066] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
  2. Penyampaian kepada manusia secara perlahan agar mudah diterima dan dimengerti. (Al-Isra 106)

Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

Ayat Terakhir Turun Continue reading →

BERPUASA TANDA BERSYUKUR

Salah satu tujuan dari puasa adalah la’allakum tasykurun membentuk pribadi yang bersyukur.

Syukur, apa makna syukur?

Kata “syukur” adalah kata yang berasal dari bahasa Arab. Kata ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai: (1) rasa terima kasih kepada Allah, dan (2) untunglah (menyatakan

lega, senang, dan sebagainya).

DalamAl-Qurankata “syukur” dengan berbagai bentuknya ditemukan sebanyak 64 kali

Ar-Raghib Al-Isfahani salah seorang yang dikenal sebagai pakar bahasa Al-Quran menulis dalam Al-Mufradat fi Gharib Al-Quran, bahwa kata “syukur” mengandung arti

تصور النعمة وإظهارها

“gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan.” Kata ini berasal dari kata “syakara” yang berarti “membuka”, sehingga ia merupakan lawan dari kata “kafara” (kufur) yang berarti menutup –(salah satu artinya adalah) melupakan nikmat dan menutup-nutupinya.

Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih. Demikian juga dengan redaksi pengakuan Nabi Sulaiman yangdiabadikan Al-Quran:  Ini adalah sebagian anugerah Tuhan-Ku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur (QS An-Naml [27]: 40).

Bagaimana Cara Bersyukur

Ada 3 cara bersyukur :

  1. Syukur dengan hati

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi. Syukur dengan hati mengantar manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut. Syukur ini juga mengharuskan yang bersyukur menyadari betapa besar kemurahan, dan kasih sayang Ilahi sehingga terlontar dari lidahnya pujian kepada-Nya.Qarun yang mengingkari keberhasilannya atas bantuan Ilahi, dan menegaskan bahwa itu diperolehnya semata-mata karena kemampuannya, dinilai oleh Al-Quran sebagai kafir atau tidak mensyukuri nikmat-Nya (Baca kisahnya dalam surat Al-Qashash (28): 76-82)

  1. Syukur dengan lidah

Al-Quran, mengajarkan agar pujian kepada Allah disampaikan dengan redaksi “al-hamdulillah.” Hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang dipuji,walaupun ia tidak memberi apa pun baik kepada si pemuji maupun kepada yang lain.

Kata”al” pada “al-hamdulillah” oleh pakar-pakar bahasa disebut al lil-istighraq, yakni mengandung arti “keseluruhan”. Sehinggakata”al-hamdu”yangditujukan kepada Allah mengandung arti bahwa yang paling berhak menerima segala pujian adalah Allah Swt., bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada-Nya.

3.      Syukur dengan Perbuatan

Yaitu dengan menggunakan segala fasilitas nikmat yang Allah berikan dengan baik dan sesuai dengan hak/peruntukannya

Nabi Daud a.s. beserta putranya Nabi Sulaiman a.s. memperoleh aneka nikmat yang tiada taranya. Kepada mereka sekeluarga Allah berpesan,

Bekerjalah wahai keluarga Daud sebagai tanda syukur! Sedikit sekali diantara hambaKU yang bersyukur(QS Saba [34]: 13).

Jadi tidak cukup syukur hanya dibibir saja tapi harus ada actionnya juga, makanya dalam AlQur’an kata Amanu (orang yg beriman) selalu bergandeng dengan amilus sholihat (action yang positif), jadi tidak sekedar teori saja.

Allah sudah memberi kita fasilitas alam ini, tinggal kita sebagai khalifah di muka bumi ini yang harus mengolahnya. Kita harus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada pada diri kita, jgn berangan-angan jadi kaya kalau seharian Cuma main catur. Ini sama sekali tidak sejalan dengan konsep syukur.

 Apa Yang Harus Disyukuri

Apa yang harus kita syukuri? Tentunya Nikmat. diantara nikmat-nikmat-Nya yang mengharuskan adanya syukur dalam Al-Qur’an. antara lain:

  1. Kehidupan dan kematian

Bagaimana kamu mengkufuri (tidak mensyukuri nikmat)Allah, padahal tadinya kamu tiada, lalu kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan, lalu dihidupkan kembali. (QS A1Baqarah [2]: 28).

Kehidupan kita ini adalah nikmat yang sangat besar yang Allah berikan kepada kita, maka pergunakanlah hidup ini sesuai dengan kehendak pemiliknya, sesuai dengan tuntunan hidup yang telah digariskan Allah.

Kematian juga merupakan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Bayangkan jika tak ada orang yang mati maka pastilah bumi ini akan menjadi sempit dan penuh.

Continue reading →

Khutbah Idul Adha

الله أكبر.9 ولله الحمد الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ: اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.

Puja dan Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kenikmatan kepada kita sangat banyak sehingga kita sendiri tidak akan mampu menghitung nikmat-nikmat itu. Karenanya dalam konteks nikmat, Allah Swt tidak memerintahkan kita untuk menghitung tapi mensyukurinya.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad Saw, beserta keluarga, sahabat dan para pengikut setia serta para penerus dakwahnya hingga hari kiamat nanti.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Maasyiral Muslimin dan muslimat Akramukumullah.

Allah SWT berfirman

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang istimewa. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)

Bulan bulan yang dimuliakan Allah adalah Muharram dan Rajab, Dzulqaidah, dan bulan ini yaitu bulan Dzulhijjah.

Dalam bulan ini terdapat ibadah yang istimewa, yang Allah syariatkan kepada umat manusia, bahkan jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad.

  1. Ibadah Haji (sesuai dengan nama bulannya Zulhijjah)

Dan Allah telah menetapkan kepada manusia kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji, bagi mereka yang memiliki kesanggupan melakukan perjalanan kepadanya. Barangsiapa yang mengingkarinya maka sesungguhnya Allah Maha Kaya terhadap seluruh alam (Q.S Ali Imron 97)

Saat ini, jutaan manusia di seluruh dunia bergerak menuju ke satu arah, titik sentral yang berada ditengah bumi dan memiliki koneksi langsung ke baitul ma’mur di langit. Sebuah lembah yang dahulunya tandus dan gersang (fi wadin ghairi dzi zar’in)[1], yang oleh Allah diberi nama Bakkah yang mempunyai banyak keberkahan[2]. Continue reading →