Category Archives: Kumpulan Artikel Islami

PANGGILAN TUHAN YANG TERABAIKAN

 

Hari ini adalah hari pertama keberangkatan Kloter pertama jamaah Haji Indonesia akan diberangkatkan, dan Insya Allah hari Selasa Tanggal 25 Agustus 2015 kita juga akan melepas saudara, tetangga, keluarga kita Jamaah Haji kota Binjai untuk menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu Ibadah Haji. Sesuai dengan perintah Allah

“‏ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِينَ ” ‏(‏ آل عمران‏:97)‏.

Dan Allah telah menetapkan kepada Manusia untuk menunaikan haji ke Baitullah, bagi siapa yang memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Dan barang siapa yang kufur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya terhadap seluruh alam.

Para ulama telah banyak berbicara tentang definisi dari istithoah (mampu). Mampu secara ekonomi, fisik, ilmu, kesehatan dll. Tetapi permasalahannya adalah tidak ada standar umum untuk mendifinisikan istithoah tersebut, semua terpulang kepada individu kita masing-masing, mau pakai standar iman atau standar nafsu.

Karena kalau kita lihat, Jamaah haji yang berangkat tidak semuanya adalah orang-orang kaya, banyak sekali mereka-mereka yang mohon maaf penghasilannya dan pendapatannya yang hanya pas-pasan, ada tukang bubur naik haji, tukang bakso, tukang becak, tukang cendol naik haji, tetapi mereka meniatkan diri dengan bersungguh-sungguh dengan cara mengumpulkan receh demi receh, ribuan demi ribuan, membagi penghasilannya yang Cuma sedikit untuk bekal tabungan haji. Dan berapa banyak mereka yang diberi rezeki yang cukup oleh Allah bahkan berlimpah, mampu beli rumah dengan harga ratusan juta bahkan miliaran, mobilnya mewah, sanggup melancong ke eropa, singapore, australia tapi tidak sanggup untuk mendaftarkan dirinya untuk berangkat haji ke Baitullah.

Maka cuma kita yang bisa menilai standar istithoah yang kita pakai apakah standar Iman ataukah standar nafsu. Jika pakai standar Nafsu maka harta kita tidak akan pernah cukup untuk memenuhi panggilan Allah. Kita mengulur-ngulur waktu seolah kesempatan kita masih panjang. Kita sibuk mengumpulkan harta untuk beli tanah dan rumah, setelah rumah ada kita kerja siang malam untuk beli mobil, setelah ada mobil kita kerja keras lagi untuk pendidikan anak-anak, mencarikan pekerjaan untuk mereka, menikahkan mereka.. dst. sampai kita tidak sadar umur sudah semakin tua, badan sudah mulai sakit-sakitan, uang habis untuk berobat sementara penghasilan sudah jauh berkurang. Dan kita pun sudah semakin jauh dari definisi istithoah, harta habis, fisik lemah, panggilan Allah pun terabaikan.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ* حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Kalian telah lalai dengan sibuk menumpuk-numpuk harta, teruuu….ssss mengejar harta sampai kalian singgah ke liang kubur.

Mungkin kita harus tinjau ulang keislaman kita ketika Allah sudah memberikan rezeki yang cukup kepada kita, tetapi kita masih belum siap memenuhi perintah Allah.

مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ ، فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا، أَوْ نَصْرَانِيًّا،

Barang siapa yang memiliki bekal untuk kesempatan untuk berangkat ke Baitullah dan dia tidak berhaji, maka tidak ada pilihan lain ketika dia mati kecuali mati seperti orang Yahudi atau Nasrani.

 

Kalau Allah sudah memanggil kita sebenarnya tidak ada istilah belum siap.

إنما كان قول المؤمنين إذا دعوا إلى الله ورسوله ليحكم بينهم أن يقولوا سمعنا وأطعنا وأولئك هم المفلحون

Sesungguhnya Tidak ada jawaban lain bagi orang yang beriman ketika dipanggil oleh Allah dan RasulNya kecuali berkata Kami dengar dan kami patuh, mereka itulah orang yang beruntung.

Dalam hidup ini Allah memanggil kita sebanyak tiga kali panggilan untuk bertemu dengan Nya. Panggilan pertama melalui para Muadzin di Masjid untuk datang ke rumah Allah dan bertemu denganNya melalui sholat berjamaah di Masjid.

Panggilan kedua melalui Nabi Ibrahim untuk bertamu ke Baitullah mengerjakan haji

قوله تعالى : وأذن في الناس بالحج يأتوك رجالا وعلى كل ضامر يأتين من كل فج عميق

Dan serulah Manusia untuk menunaikan ibadah haji, mereka akan datang dengan berjalan kaki, atau mengendarai unta yang kurus, mereka akan datang dari berbagai penjuru yang jauh.

Panggilan Allah yang ketika akan dititipkan melalui malaikat Izrail.

قل يتوفاكم ملك الموت الذي وكل بكم ثم إلى ربكم ترجعون

Katakanlah kalian akan diwafatkan oleh Malaikat Maut yang diwakilkan kepada kalian, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kalian akan dikembalikan.

Maka sahutilah panggilan pertama dan kedua, sebelum panggilan yang ketiga datang, karena jika Izrail sudah bertamu maka tidak ada yang sanggup untuk mengusirnya.

Mulai hari ini marilah kita kuatkan niat untuk dapat memenuhi panggilan Allah untuk berhaji, tapi niat saja belumlah cukup, azamkan tekad kita dengan membuka tabungan haji, setorlah berapa saja rezeki yang kita punya, ada sejuta setorkan sejuta, ada 500 ribu setorkan, ada 100 ribu setor. Dan berdoalah kepada Allah agar Allah mencukupkan harta kita agar bisa berangkat ke tanah suci memenuhi perintah Allah. Wa idza azamta fatawakkal ala llah.

Mudah-mudahan Allah memudahkan segala urusan kita, melancarkan usaha kita, memberikan rezeki yang baik dan barokah kepada kita, memantapkan keimanan kita, dan pada tahun tahun yang akan datang kita dapat menyusul saudara-saudara kita untuk berangkat menunaikan ibadah haji.

KHUTBAH IDUL FITRI : KONSISTENSI TAQWA PASCA RAMADHAN

KHUTBAH IDUL FITRI
KONSISTENSI TAQWA PASCA RAMADHAN

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ كَتَبَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ الصِّيَامَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأَنْزَلَ فِيْهِ الُقُرْانَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَحْـدَهُ لاَ شَـرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُـوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَّلِّ وسلم عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَأَصْـحَابِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى اخِرِ الزَّمَانِ، أما بعد: فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله، أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَا اللهَ فَقْدْ فَازَ الْـمُتَّقُوْنَ. وَقَدْ قـَالَ اللهُ تَعاَلَى فِي الْـقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ:

Maasyiral Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah :
Hari ini adalah hari kemenangan buat kita Umat Islam, karena hari ini kita Insya Allah telah lulus dan diwisuda dari Universitas Ramadhan, dengan gelar Muttaqin. Dengan memetik pelajaran yang banyak, pelatihan yang kontinu, ujian yang berat, semua kita lalui dengan penuh kesabaran, kegigihan, ketekunan dan keikhlasan karena Allah. Namun nilai kelulusan setiap orang tentu berbeda satu dengan yang lainnya, Pengumuman hasil kelulusan dan Nilai Raport dari Ketaqwaan kita bisa dibaca dalam Al-Quran 2: 1-5. Continue reading →

Menjadi Ayah yang Amanah

Menjadi Ayah yang Amanah

 Dalam sebuah Konferensi Internasional Ayah dunia : ada sebuah catatan penting yang menyebutkan bahwa Penyebab sosial prilaku menyimpang pada anak-anak adalah lapar ayah (father hunger).

Banyak anak yang bermasalah dalam hidupnya disebabkan karena Anak-anak tersebut lapar teladan ayah, lapar pelukan dan belaian ayah, lapar waktu ayah, lapar pengorbanan ayah. Banyak anak yang memiliki ayah secara fisik tapi yatim secara psikologis. Karena ayahnya jarang hadir dalam hidupnya.

Dalam kitab tuhfatul maulud Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa penyebab kerusakan sosial di masyarakat, penyebab penyimpangan pada anak2 ketika ditelusuri adalah para ayah yang tidak amanah. Ayah yang tidak amanah terhadap anak2 ini lah yang menyebabkan fenomena lapar ayah saat ini.

Fenomena ”lapar” ayah dapat dibagi dua golongan.

Yang pertama adalah ketidakhadiran sang ayah secara fisik. Yang masuk golongan itu adalah para ayah yang tidak berada dalam keluarga karena bercerai atau meninggal dunia. Golongan kedua adalah ayah yang hadir, tetapi tidak banyak terlibat. Itu adalah ayah yang tinggal di rumah bersama dengan anak-anak, namun dia tidak memiliki banyak waktu untuk bergaul akrab dengan mereka. Dia hadir secara fisik, namun tidak tersedia secara emosinya. Entahlah, hal itu mungkin terjadi karena tuntutan pekerjaan yang menguras emosinya atau malah tidak memiliki bayangan tentang bagaimana melibatkan diri dalam kehidupan sang anak. Continue reading →

MAULID NABI DALAM UPAYA MENGENANG NABI DAN TERUS MENCINTAINYA

Sejarah Kelahiran

Hari ini kita berada di Bulan Rabiul Awal. Sebuah bulan yang agung karena menurut para ulama dan ahli sejarah di bulan inilah lahir seorang Nabi yang Mulia Muhammad SAW. Pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal atau ada yang berpendapat 9 Rabiul Awal, pada tahun Gajah. Disebut Tahun Gajah Karena pada waktu itu Bangsa Arab belum menetapkan bilangan Tahun untuk Kalendernya, sehingga hitungan tahun disandarkan pada kejadian-kejadian besar pada tahun tersebut, Pada tahun dimana Muhammad lahir terjadi peristiwa besar yaitu penyerangan Tentara bergajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah dari Yaman yang ingin menghancurkan Ka’bah yang menjadi pusat objek ziarah para wisatawan, dia ingin mengalihkan wisatawantsb ke Yaman untuk menambah devisa wisatanya sampai dia membangun simbol yang lebih besar dan lebih indah untuk menjadi daya tarik. Rupanya usahanya ini tidak berhasil sehingga dia memutuskan untuk menghancurkan Kabah dengan membawa balatentara yang besar. Tapi pasukan besar ini hancur luluh hanya dengan pasukan kecil burung ababil. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam Al-Quran surat Alfiil.

Menurut beberapa ahli sejarah, Ketika Muhammad dilahirkan banyak kejadian-kejadian yang menakjubkan yang terjadi, antara lain api penganut agama majusi di Persia padam setelah 1000 tahun tidak pernah padam, Patung-patung di Kabah jatuh, beliau lahir dalam keadaan bersih dan sudah terpotong tali pusarnya bahkan menurut riwayat sudah terkhitan. Pertumbuhan badannya begitu cepat. Umur 3 bulan dapat berdiri, umur 5 bulan dapat berjalan, umur 9 bulan telah cukup kuat dan berbicara lancar. Beberapa hari Beliau menyusu kepada Ibunya, kemudian disusukan oleh Tsuwaibatul-Aslamiah, budak Abu Lahab yang dimerdekakannya setelah mendengar Nabi Muhammad saw lahir. Sehingga menurut Hadits Abu Lahab dibebaskan dari Azab kubur setiap hari senin karena kegembiraannya menyambut kelahiran Nabi.

Kegembiraan dan kecintaan kepada Nabi inilah yang kemudian oleh generasi-generasi berikutnya diperingati dan dijadikan momentum khusus sampai saat ini. Dalam beberapa literatur ditulis bahwa peringatan maulid Nabi yang pertama kali dilaksanakan adalah oleh Raja Irbil dari Iraq, bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah.

Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:

Continue reading →

QADHA SHOLAT

Apakah ada kewajiban Qadha bagi orang yang meninggalkan sholat? Para Ulama sepakat bahwa wajib Qadha bagi orang yang lupa dan tertidur. Tapi mereka berselisih tentang orang yang sengaja meninggalkannya dan orang yang pingsan.

Dasar hukum Qadha bagi yang lupa atau tertidur adalah hadits Nabi

“رفع القلم عن ثلاث” فذكر النائم وقوله “إذا نام أحدكم عن الصلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها”

Tidak berlaku hukum bagi tiga keadaan”, salah satunya adalah orang yang tertidur sampai dia bangun

dan hadits lain “jika salah seorang diantara kamu tidur ketika masuk waktu sholat atau dia lupa maka hendaklah dia sholat ketika dia ingat”

dan terdapat juga riwayat bahwa Nabi tertidur sampai lewat waktu sholat kemudian beliau mengqadhanya.

Sedangkan orang yang sengaja meninggalkannya sampai berakhirnya waktu. Maka Jumhur Ulama memandang dia berdosa, dan wajib qadha kepadanya, dan sebagian ulama Zhahiri memandang tidak wajib qadha tapi dia berdosa. Salah satunya adalah pendapat Abu Muhammad bin Hazm.

Sebab Perbedaan

Ada dua hal yang membuat perbedaan :

  1. Kebolehan Qiyas dalam syariat
  2. Qiyas orang yang sengaja kepada orang yang lupa

Maka bagi yang memandang bahwa wajib qadha bagi orang yang lupa yang dibolehkan syariat dalam banyak hal, maka orang yang sengaja tentu lebih wajib baginya untuk qadha karena syariat tidak memberinya kelonggaran.

Sedangkan yang menyatakan lupa dan sengaja adalah dua hal yang berbeda, maka dua hal yang berbeda tidak dapat diqiyaskan karena hukumnya juga berbeda, yang bisa diqiyaskan adalah yang memiliki kesamaan. Tidak boleh qiyas sengaja kepada lupa. Karena sengaja adalah lawan dari lupa. Maka qiyas tidak berlaku karena lupa dibolehkan sedangkan sengaja tidak.

Sedangkan orang yang pingsan maka sebagian kelompok menggugurkan kewajiban qadha untuk sholat yang terlewat waktunya. Sedangkan kelompok lain tetap mewajibkan qadha. Sebab perbedaannya adalah apakah pingsan diserupakan seperti tidur atau gila. Maka bagi yang memandang serupa seperti orang tidur maka dia wajib qadha, dan siapa yang memandang seperti orang yang gila maka gugur kewajiban qadha.

Menyentuh Bukan Muhrim Membatalkan Wudhu?

Ulama berbeda pendapat tentang apakah wajib berwudhu ketika menyentuh perempuan dengan tangan ataupun anggota tubuh yang lain.

  • Syafiie : menyentuh perempuan tanpa penghalang atau hijab maka wajib wudhu. Termasuk menciumnya, karena mencium termasuk lams (menyentuh). Baik dengan syahwat atau tidak
  • Maliki : Wajib Wudhu jika disertai Syahwat baik ada pelapis atau tidak, kecuali ciuman wajib berwudhu baik ada syahwat atau tidak
  • Hanafi : menolak wajib berwudhu karena menyentuh wanita.

Sebab Perbedaan :

Pemahaman Terhadap ayat {أو لامستم النساء}

Kata lamasa dalam lisan Arab bermakna ganda : 1. Menyentuh secara harfiyah 2. Menyentuh secara kinayah atau bermakna jima’.

Syafii berhujjah bahwa jika ada berlawanan antara makna hakiki dan majaz, maka yang lebih utama digunakan adalah makna hakiki kecuali ada dalil yang mendukung makna majazi.

Ulama yang berpendapat tidak membatalkan wudhu mengatakan bahwa yang dimaksud dengan lams pada ayat tersebut adalah jima’ . hal ini didukung oleh hadits yang menyebutkan bahwa Nabi menyentuh kaki Aisyah ketika sedang sujud. Dan hadits dari Aisyah juga yang mengatakan bahwa Nabi mencium istrinya ketika hendak pergi sholat dan beliau tidak lagi berwudhu.

POSISI IMAM PADA SHOLAT JANAZAH

Dimanakah Posisi Imam ketika berdiri untuk menyolatkan janazah ?

Para Ulama berbeda dalam masalah ini. Sejumlah Ulama berpendapat : Imam berdiri ditengahnya baik laki-laki maupun wanita.

Para ulama yang lain berkata : jika mayat adalah wanita maka posisi imam di tengahnya, dan jika pria posisi imam di kepalanya.

Dan sebagian lagi berkata : baik laki maupun perempuan imam berdiri di dadanya. Ini adalah pendapat ibnul Qasim dan pendapat Abu hanifah.

Sedangkan Maliki dan Syafii tidak menetapkan batas tentang itu.

Pendapat lain mengatakan : boleh saja berdiri dimana imam suka.

 

SEBAB PERBEDAAN Continue reading →

ORANG YANG PALING PANTAS JADI IMAM SHOLAT

ORANG YANG PALING PANTAS JADI IMAM SHOLAT

Ulama berbeda tentang siapa yang paling utama menjadi Imam dalam Sholat :

Imam Malik berpendapat: yang paling utama adalah yang paling faqih (afqahu) bukan yang paling fasih (aqra’u). Pendapat ini juga dipilih oleh Imam Syafii.

Imam Abu Hanifah dan Ahmad berpendapat yang utama adalah karena kefasihannya.

Sebab perbedaan adalah dalam memahami redaksi hadits berikut :

يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم بالسنة، فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة، فإن كانوا في الهجرة سواء، فأقدمهم إسلاما، ولا يؤم الرجل الرجل في سلطانه ولا يقعد في بيته على تكرمته إلا بإذنه

Yang paling berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling baik bacaannya dalam Kitab Allah, jika setara dalam qiroah maka yang paling mengerti tentang sunnah. Jika setara dalam sunnah maka yang lebih dahulu hijrah, jika setara maka yang lebih dahulu masuk Islam. Dan janganlah seseorang menjadi Imam di wilayah kekuasaan orang lain, dan jangan duduk di rumahnya kecuali dengan izinnya.

Hadits ini disepakati keshohihannya, hanya diperselisihkan pemahamannya.

Ada yang memahami sesuai dengan zhahir hadits, (Kata Aqra’ difahami sebagai yang paling baik bacaannya ; pen). Inilah pendapat yang dikemukakan oleh Abu hanifah.

Sedangkan ulama yang lain berpandangan bahwa kata Aqra’uhum lebih bermakna orang yang paling baik pemahamannya. Karena kebutuhan terhadap pemahaman tentang imamah lebih penting daripada hanya sebatas qiroah. Dan biasanya dikalangan para sahabat orang yang baik bacaannya baik pula pemahamannya. Dan ini jugalah yang menjadi permasalahan umat dewasa ini.

 

Disarikan dari Kitab Bidayatul Mujtahid.

PERBEDAAN TENTANG QUNUT SUBUH

PERBEDAAN TENTANG QUNUT SUBUH

Disarikan dari Kitab Bidayatul Mujtahid karangan Ibnu Rusyd.

 

Ulama berbeda tentang permasalahan dalam Qunut :

  1. Malik berpendapat bahwa Qunut dalam sholat Subuh Mustahab
  2. Syafi’i mengatakan sunnah
  3. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak boleh Qunut dalam sholat subuh. Karena qunut posisinya ketika witir.
  4. Pendapat-pendapat lain :
  • Qunut dilaksanakan tiap waktu sholat,
  • Tidak ada Qunut kecuali pada bulan Ramadhan
  • Hanya pada separuh akhir Ramadhan
  • Hanya separuh awal Ramadhan

Sebab-sebab Perbedaan : perbedaan dalam atsar-atsar yang dinukil dari Nabi SAW tentang hal tsb, dan qiyas tentang qunut sebagian sholat terhadap sholat yang lain. Yaitu ketika nabi qunut pada sebagian sholat dan tidak qunut pada sholat yang lain.

Abu Umar bin Abdul Barr berkata : Qunut dilakukan ketika melaknat orang-orang kafir pada bulan Ramadhan, mengikuti doa Rasul ketika melaknat Rail dan Dzakwan, pada peristiwa para sahabat yang dibunuh di sumur Maunah.

Al Laits bin Saad berkata : tidak qunut sejak 40 atau 45 tahun kecuali dibelakang imam yang berqunut, mengambil hadits dari Nabi bahwasanya beliau qunut sebulan atau 40 hari mendoakan suatu kaum sampai Allah menurunkan ayat QS Ali Imron 128

{ليس لك من الأمر شيء أو يتوب عليهم أو يعذبهم فإنهم ظالمون}

Maka Rasul meninggalkan qunut, dan tidak qunut lagi setelahnya sampai beliau wafat. Dia berkata : maka sejak dibawakan hadits tersebut aku tidak lagi mengerjakan qunut. Inilah yang pendapat yang dipilih Yahya bin Yahya.

Dan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah :

أن النبي عليه الصلاة والسلام قنت في صلاة الصبح، ثم بلغنا أنه ترك ذلك لما نزلت {ليس لك من الأمر شيء أو يتوب عليهم} وخرج عن أبي هريرة أنه قنت في الظهر والعشاء الأخيرة وصلاة الصبح

Dan dalam hadits lain

أنه قنت شهرا في صلاة الصبح يدعو على بني عصية”

BACAAN QUNUT

  • Menurut Maliki doa yang mustahab dibaca ketika qunut adalah

 

“اللهم إنا نستعينك ونستغفرك ونستهديك ونؤمن بك ونخنع لك ونخلع ونترك من يكفرك، اللهم إياك نعبد ولك نصلي ونسجد وإليك نسعى ونحفد، نرجو رحمتك ونخاف عذابك إن عذابك بالكافرين ملحق”

  • Imam Syafii mengatakan doa yang dibaca ketika qunut adalah

اللهم اهدنا فيمن هديت وعافينا فيمن عافيت، وقنا شر ما قضيت، إنك تقضي ولا يقضى عليك، تباركت ربنا وتعاليت”

TAHUN BARU HIJRIAH MOMENTUM MENUJU PERUBAHAN

 

 

Pada masa ketika Allah menciptakan langit dan bumi, Allah telah menetapkan perhitungan waktu bagi manusia sebanyak 12 bulan menurut peredaran bulan terhadap bumi. Hal ini dijelaskan Allah dalam surat QS. At Taubah: 36

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Di antara 12 bulan tersebut, ada 4 bulan yang memiliki keistimewaan. Bulan-bulan istimewa ini adalah Muharram, Rajab, Zulqadah dan Zulhijjah. sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi :

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”

Sebenarnya Masyarakat Arab sejak masa silam, sebelum kedatangan Islam, telah menggunakan kalender qamariyah (kalender berdasarkan peredaran bulan). Mereka sepakat tanggal 1 ditandai dengan kehadiran hilal. Mereka juga menetapkan nama bulan sebagaimana yang kita kenal. Mereka mengenal bulan Dzulhijah sebagai bulan haji, mereka kenal bulan Rajab, Ramadhan, Syawal, Safar, dan bulan-bulan lainnya. Bahkan mereka juga menetapkan adanya 4 bulan suci: Dzulqa’dah, Dzulhijah, Shafar Awal (Muharam), dan Rajab. Selama 4 bulan suci ini, mereka sama sekali tidak boleh melakukan peperangan. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. seperti kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tahun gajah. Continue reading →