Memaafkan Orang Lain

Kita pasti pernah mengalami sakit hati, dengan berbagai macam sebab, ada yg diputus kekasih, atau mungkin pernah kehilangan barang dicuri maling, mungkin juga dizalimi orang, dan rasanya ingin sekali melampiaskan dendam kesumat yg bersarang di hati kita, dan takkan sudi memaafkannya sampai mati..atau kalau boleh disantet biar cepat mati.

Orang-orang yang terlihat cemas, takut, marah, dan bermusuhan kemungkinan kurang memaafkan orang lain setelah waktu yang lama berlalu. Orang yang tidak bisa memaafkan memang merasa lebih cemas, bermusuhan, takut, dan marah. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memaafkan lebih bahagia dan sehat daripada mereka yang menyimpan kebencian.

memaafkan memang tidak mudah, tapi sesungguhnya memelihara kebencian dan dendam terlalu lama dalam hati kita justru berakibat buruk bagi kesehatan kita baik lahir maupun batin. karena sesuai penjelasan Rasul bahwa di dalam tubuh kita terdapat segumpal daging (mudghah) yang apabila baik daging tsb, maka baiklah seluruh tubuh, namun jika sakit, maka seluruh tubuh juga akan sakit.

Memaafkan orang lain adalah merupakan syarat  mendapatkan kemaafan dari Allah, orang yang pelit memberi maaf maka jangan harap Allah akan sudi memberinya maaf.. Allah jelaskan dalam surat Annur dalam kisahnya Aisyah yang difitnah berselingkuh dgn sahabat Nabi. kalau boleh dibilang.. memfitnah istri Nabi adalah kesalahan yang paling tidak termaafkan, akan tetapi Allah menyuruh untuk  memberi kemaafan, wal ya’fu wal yasfahu, ala tuhibbuna an yaghfirallahu lakum? hendaklah kalian memberi mereka kemaafan dan berlapang dadalah, apakah kalian tidak ingin Allah memaafkan kalian?

Memberi maaf juga merupakan syarat untuk masuk surga dan mendapat keampunan Allah, seperti yang dijelaskan Allah dalam surat Ali Imron 143, wal afina ‘anin naas orang-orang yang bertaqwa yang Allah janjikan ampunan dan Syurga salah satunya adalah orang yang pemaaf.

ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain mengapa kita mohon diri kita untuk dimaafkan, akan tetapi ketika orang lain berbuat kesalahan kita malah menyimpannya erat2 dalam hati kita.

memaafkan orang lain bukan berarti kita lemah, justu kita menjadi orang yang sangat kuat, kata Nabi orang yang kuat bukan orang yang jago berkelahi, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan emosinya.. 

Suatu ketika seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw tentang akhlak yang baik, maka beliau membacakan firman Allah, “Jadilah engkau pemaaf dan perintahkan orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS al-A’raaf: 199). 

Kebencian kronis mempunyai efek melemahkan Anda. Ini menimbulkan kemarahan, rasa bersalah, permusuhan, dan terluka dari waktu ke waktu. Emosi ini melepaskan hormon kortisol pada sistem tubuh. Di sisi lain, belajar untuk memaafkan memberikan banyak manfaat kesehatan, antara lain:

  • Meningkatkan respon imunitas.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Meningkatkan tidur.
  • Mengurangi kecemasan dan depresi.
  • Meningkatkan harga diri.
  • Memberikan ketenangan pikiran.

Jadi mengapa tidak mencoba untuk menanamkan kebiasaan yang menawarkan manfaat kesehatan begitu banyak?

Mengapa harus memaafkan?

Kita mungkin telah terluka oleh sesuatu yang dilakukan orang lain terhadap kita di masa lalu. Mungkin kita tidak ingat alasannya. Namun, kita ingat rasa sakit yang dialami sangat jelas dan membawa dendam ke mana pun kita pergi. Dendam mempengaruhi kualitas hubungan terhadap yang lain dan sikap kita terhadap kehidupan. Memaafkan memang tidak mudah, namun pasti akan membawa kita pada jalan kebahagiaan.

Orang yang telah menyakiti kita mungkin tidak menyadari apa yang terjadi. Namun hanya bila berkubang dalam emosi ini tentu akan mempengaruhi kesehatan. Dukunglah diri sendiri dan biarkan rasa itu pergi.

Bagaimana cara memaafkan diri sendiri?

  • Menerima situasi. Apa yang terjadi di masa lalu tidak dapat dikembalikan. Jadi, terimalah kenyataan. Tidak ada yang sempurna, semua orang pernah membuat kesalahan.
  • Lanjutkan. Memaafkan tidak berarti melupakan apa yang terjadi. Ini hanya berarti kita tidak akan lagi menciptakan emosi yang sama yang kita rasakan, berulang dalam pikiran. Belajarlah dari situasi itu dan lanjutkan hidup.
  • Tetap jauh dari sikap negatif. Kata-kata yang sangat kuat. Tidak ada dan tidak pernah menanam dalam memori kita, kalimat seperti “Saya tidak akan pernah bisa berbicara dengan orang itu” atau “Saya tidak akan pernah melupakan apa yang ia lakukan kepada saya”, dll. Itu semua harus dihindari. Cari tahu satu titik positif dalam setiap situasi, dan coba mengingatnya.
  • Tuliskan ke bawah dan hancurkan. Tuliskan semua hal yang kita pikir telah melakukan kesalahan atau bagaimana orang lain telah bersalah pada kita. Menulis akan membantu menjelaskan dalam pikiran kita. Setelah lakukan itu, bacalah dan buang itu ke tempat sampah. Cara ini akan membantu kita dalam mendapakan masalah yang belum terselesaikan dari kepala kita.
  • Berhenti menilai diri sendiri. Miliki kekuatan dan keberanian untuk membiarkan diri menjadi mempan. Jadilah baik dan penuh kasih pada diri sendiri. Pilih untuk mengampuni diri sendiri dan kemudian bergerak maju serta melepaskan masa lalu. Jika kita berpikir ada orang lain yang bersalah kepada kita, coba dekati orang itu, berbicaralah padanya dan minta maaf. Dengan cara ini, kita meredakan diri sendiri dari penyiksaan batin karena berpikir terus tentang hal ini.

Mudah-mudahan kita mampu menjadi Insan yang Pemaaf seperti yang ditauladankan oleh Nabi Muhammad SAW..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: