Menyentuh Bukan Muhrim Membatalkan Wudhu?

Ulama berbeda pendapat tentang apakah wajib berwudhu ketika menyentuh perempuan dengan tangan ataupun anggota tubuh yang lain.

  • Syafiie : menyentuh perempuan tanpa penghalang atau hijab maka wajib wudhu. Termasuk menciumnya, karena mencium termasuk lams (menyentuh). Baik dengan syahwat atau tidak
  • Maliki : Wajib Wudhu jika disertai Syahwat baik ada pelapis atau tidak, kecuali ciuman wajib berwudhu baik ada syahwat atau tidak
  • Hanafi : menolak wajib berwudhu karena menyentuh wanita.

Sebab Perbedaan :

Pemahaman Terhadap ayat {أو لامستم النساء}

Kata lamasa dalam lisan Arab bermakna ganda : 1. Menyentuh secara harfiyah 2. Menyentuh secara kinayah atau bermakna jima’.

Syafii berhujjah bahwa jika ada berlawanan antara makna hakiki dan majaz, maka yang lebih utama digunakan adalah makna hakiki kecuali ada dalil yang mendukung makna majazi.

Ulama yang berpendapat tidak membatalkan wudhu mengatakan bahwa yang dimaksud dengan lams pada ayat tersebut adalah jima’ . hal ini didukung oleh hadits yang menyebutkan bahwa Nabi menyentuh kaki Aisyah ketika sedang sujud. Dan hadits dari Aisyah juga yang mengatakan bahwa Nabi mencium istrinya ketika hendak pergi sholat dan beliau tidak lagi berwudhu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: