KATA-KATA NASEHAT / TAKZIAH TENTANG KEMATIAN

Yang kami muliakan ahli musibah keluarga di rumah ini…

Yang kami hormati seluruh ahli Takziah yang berhadir di rumah duka ini..

Segala puji dan syukur senantiasa tercurah kepada Allah atas nikmat dan karunianya kepada kita. Sampai saat ini kita masih diberi nafas kehidupan gratis tanpa harus membayar oksigen untuk bernafas, kita masih diberi waktu, kesempatan, kesehatan, tempat tinggal, pekerjaan, dan jutaan bahkan milyaran nikmat lagi yang tak dapat kita hitung, wa in tauddu nikmatallah la tuhsuha.

Sholawat dan salam juga terus kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan kita dapat bertemu beliau dan mendapat syafaatnya di hari akhir kelak.

Kematian adalah sesuatu hal yang sangat sering terjadi di sekeliling kita, ntah itu keluarga, tetangga, saudara, sahabat dsb. Bahkan dalam bulan ini semakin sering kita mendengar kabar duka, hampir setiap subuh ada kabar duka cita. Kematian bukanlah hal yang baru, tapi tetap saja ketika kita mendengar kematian hati kita merasa takut dan sedih. Terutama orang-orang yang ditimpa musibah kematian. Untuk itulah Rasul pernah berpesan

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ – يَعْنِي الْمَوْت

Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yakni kematian).” [Riwayat at-Tirmidzi IV/553/2307, Ibn Mājah II/1422/4258, dan lain-lain.]

Mengingat kematian sangat baik untuk melembutkan hati yang keras, menjadi rem untuk roda kehidupan kita yang berputar cepat sehingga kita kadang tak sadar bahwa kita akan mati. Dan menjadi penasehat yang baik buat kita. Nabi berpesan :

Kutinggalkan kepada kalian 2 penasehat; 1 penasehat yang bisa berbicara yaitu Al Quran, al-Quranlah yang menuntun kita untuk tetap berada pada rel yang mengantarkan kita selamat sampai tujuan hidup kita. Tapi apakah kita sudah selalu menjadi pedoman kita, atau kita biarkan berdebu dalam lemari, hanya kita baca ketika malam jumat atau ketika orang meninggal. Padahal Al-quran itu diturunkan untuk memberi peringatan bagi orang yang hidup (yasin).

Kalau nasehat pertama ini tak mampu menyadarkan kita maka ada penasehat kedua yang diam saja yaitu kematian. Ketika kita mendengar berita kematian atau mendapat musibah kematian itu seharusnya menyadarkan kita bahwa kita juga akan mati. Tak perduli mau yang tua, muda, miskin kaya, pejabat atau bawahan, tinggal nunggu giliran saja. Kullu nafsin dzaiqatul maut Setiap Nafs pasti akan mati, walaupun kita bersembunyi dalam benteng yang kokoh (ainama takunu yudrikkumul maut walau kuntum fi buruj musyayyadah). Mau kemanapun kita lari Malaikat Izrail tetap setia menguntit kita, qul innal mautal ladzi tafirruna minhu fainnahu mulaqikum.

Kematian adalah salah satu ujian yang Allah berikan kepada manusia.

Dan kami uji kalian dengan sesuatu berupa ketakukan, kelaparan, kemiskinan, kematian dan krisis makanan pokok. Maka berilah kabar gembira orang-orang yang lulus dengan predikat shobirin. Yaitu orang-orang yang ketika mereka ditimpa musibah mereka berkata inna lillah wa inna ilaihi rajiun semua ini punya Allah (harta, hidup, kekayaan, dsb) maka semua akan kembali pada pemilikNya. Mereka itulah yang mendapatkan piala kemenangan dari Allah, dicintai oleh Allah dan diberi petunjuk. (Albaqarah 155)

Jadi solusi atau kunci jawaban dari soal ujian yang diberikan oleh Allah ini sebenarnya sudah ada. Tinggal mengerjakannya saja lagi. Tinggal copy paste. Tapi meskipun begitu tetap saja berat dalam menjalankannya.

Dan solusi dari masalah yang kamu hadapi adalah Shabar dan Sholat. 2:45

Kuncinya 2, yang pertama sabar.

Apakah kamu mengira kamu bisa masuk surga, padahal Allah belum memberi penilaian mana orang-orang yang sungguh di antara kamu, dan mana pula orang yang sabar. 3:142

Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa suatu hari Nabi SAW menemukan seorang wanita yang sedang menangis di hadapan sebuah kuburan. Beliau bersabda kepadanya, ”Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah.” Wanita tersebut menjawab, ”Pergilah! Jangan ikut campur dalam urusanku, engkau tidak tertimpa seperti apa yang menimpaku.”

Setelah wanita tersebut sadar dan menyesal, ia pergi ke rumah Nabi SAW. Ia menyampaikan penyesalannya dengan berkata, ”Aku tidak mengenalmu.” Beliau bersabda, ”Hakikat sabar itu akan terlihat pada saat-saat pertama terjadinya malapetaka.” (Asshobru inda shodamatil ula)

Solusi kedua adalah sholat. Sholat adalah faktor yang sangat penting dalam menghadapi problem, kesulitan, kegalauan. Karena dalam sholatlah seseorang berkoneksi langsung dengan Penciptanya, curhat langsung dengan Tuhan. Karena Allah sangat senang kalau kita mengadu dan berkeluh kesah kepadaNya, tidak ada orang yang tahan terus-terusan mendengar keluhan orang lain. Maka jangan tinggalkan sholat, dan amal pertama yang akan dihisab di hari kiamat adalah sholat.

Khususnya keluarga ahli musibah jangan lupa mendoakan ayah kita ketika sholat. Karena Cuma tinggal itulah harapan bagi ayah untuk tetap menerima kebaikan dari Allah. Tiga amalan yang tak terputus sampai mati shadaqah jariyah ketika masih hidup, ilmu yang bermanfaat juga terus mengalir. Tapi itu tidak bisa lagi dilakukan, tinggal memetik hasil saja. Hanya tinggal doa anak yang soleh yang masih bisa diharapkan beliau.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: