BERPUASA TANDA BERSYUKUR

Salah satu tujuan dari puasa adalah la’allakum tasykurun membentuk pribadi yang bersyukur.

Syukur, apa makna syukur?

Kata “syukur” adalah kata yang berasal dari bahasa Arab. Kata ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai: (1) rasa terima kasih kepada Allah, dan (2) untunglah (menyatakan

lega, senang, dan sebagainya).

DalamAl-Qurankata “syukur” dengan berbagai bentuknya ditemukan sebanyak 64 kali

Ar-Raghib Al-Isfahani salah seorang yang dikenal sebagai pakar bahasa Al-Quran menulis dalam Al-Mufradat fi Gharib Al-Quran, bahwa kata “syukur” mengandung arti

تصور النعمة وإظهارها

“gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan.” Kata ini berasal dari kata “syakara” yang berarti “membuka”, sehingga ia merupakan lawan dari kata “kafara” (kufur) yang berarti menutup –(salah satu artinya adalah) melupakan nikmat dan menutup-nutupinya.

Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih. Demikian juga dengan redaksi pengakuan Nabi Sulaiman yangdiabadikan Al-Quran:  Ini adalah sebagian anugerah Tuhan-Ku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur (QS An-Naml [27]: 40).

Bagaimana Cara Bersyukur

Ada 3 cara bersyukur :

  1. Syukur dengan hati

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi. Syukur dengan hati mengantar manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut. Syukur ini juga mengharuskan yang bersyukur menyadari betapa besar kemurahan, dan kasih sayang Ilahi sehingga terlontar dari lidahnya pujian kepada-Nya.Qarun yang mengingkari keberhasilannya atas bantuan Ilahi, dan menegaskan bahwa itu diperolehnya semata-mata karena kemampuannya, dinilai oleh Al-Quran sebagai kafir atau tidak mensyukuri nikmat-Nya (Baca kisahnya dalam surat Al-Qashash (28): 76-82)

  1. Syukur dengan lidah

Al-Quran, mengajarkan agar pujian kepada Allah disampaikan dengan redaksi “al-hamdulillah.” Hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang dipuji,walaupun ia tidak memberi apa pun baik kepada si pemuji maupun kepada yang lain.

Kata”al” pada “al-hamdulillah” oleh pakar-pakar bahasa disebut al lil-istighraq, yakni mengandung arti “keseluruhan”. Sehinggakata”al-hamdu”yangditujukan kepada Allah mengandung arti bahwa yang paling berhak menerima segala pujian adalah Allah Swt., bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada-Nya.

3.      Syukur dengan Perbuatan

Yaitu dengan menggunakan segala fasilitas nikmat yang Allah berikan dengan baik dan sesuai dengan hak/peruntukannya

Nabi Daud a.s. beserta putranya Nabi Sulaiman a.s. memperoleh aneka nikmat yang tiada taranya. Kepada mereka sekeluarga Allah berpesan,

Bekerjalah wahai keluarga Daud sebagai tanda syukur! Sedikit sekali diantara hambaKU yang bersyukur(QS Saba [34]: 13).

Jadi tidak cukup syukur hanya dibibir saja tapi harus ada actionnya juga, makanya dalam AlQur’an kata Amanu (orang yg beriman) selalu bergandeng dengan amilus sholihat (action yang positif), jadi tidak sekedar teori saja.

Allah sudah memberi kita fasilitas alam ini, tinggal kita sebagai khalifah di muka bumi ini yang harus mengolahnya. Kita harus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada pada diri kita, jgn berangan-angan jadi kaya kalau seharian Cuma main catur. Ini sama sekali tidak sejalan dengan konsep syukur.

 Apa Yang Harus Disyukuri

Apa yang harus kita syukuri? Tentunya Nikmat. diantara nikmat-nikmat-Nya yang mengharuskan adanya syukur dalam Al-Qur’an. antara lain:

  1. Kehidupan dan kematian

Bagaimana kamu mengkufuri (tidak mensyukuri nikmat)Allah, padahal tadinya kamu tiada, lalu kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan, lalu dihidupkan kembali. (QS A1Baqarah [2]: 28).

Kehidupan kita ini adalah nikmat yang sangat besar yang Allah berikan kepada kita, maka pergunakanlah hidup ini sesuai dengan kehendak pemiliknya, sesuai dengan tuntunan hidup yang telah digariskan Allah.

Kematian juga merupakan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Bayangkan jika tak ada orang yang mati maka pastilah bumi ini akan menjadi sempit dan penuh.

  1. Hidayat Allah

Hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (QS Al-Baqarah [2]: 185).

  1. Pengampunan-Nya, antara lain dalam firman-Nya

Kemudian setelah itu Kami maafkan kesalahanmu agar kamu bersyukur (QS Al-Baqarah [2]: 52)

Ampunan Allah merupakan nikmat yang sangat besar, karena tanpa ampunan Allah kita mustahil untuk bisa melenggang masuk ke dalam surga.

  1. Pancaindera dan akal.

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati, supaya kamu bersyukur (QS An-Nahl [16]: 78).

Allah sudah menciptakan manusia ini dengan bentuk yang paling baik, “wa laqad khalaqnal insana fi ahsani taqwim” Allah ciptakan fisik yang sempurna, Allah ciptakan lubang hidung menghadap ke bawah agar tidak menampung air hujan. Allah kasi bulu didalamnya untuk menyaring debu. ketika rambut panjang maka bulu mata dan alis tak ikut panjang. Allah ciptakan telinga dengan tulang yang begitu lunak, kalau dia keras maka bagaimana kita bisa tidur nyenyak, tapi kalau dia sangat lunak maka bayangkan kalau kita naik motor pasti akan krewel2 disambar angin. Dan Allah juga menyiapkan kita akal untuk menilai mana yang baik dan buruk. Disinilah letak perbedaan kita dengan binatang. Maka orang yang tidak mempergunakan akalnya mereka disamakan Allah dengan binatang.

  1. Rezeki yang baik

Dan diberinya kamu rezeki yang baik-baik agar kamu bersyukur (QS Al-Anfal [8]: 26).

Allah juga telah menyediakan rezeki untuk hambanya. Allah bentangkan bumi ini untuk manusia, Allah turunkan hujan, maka tumbuhlah segala jenis tumbuhan dan buah2an. Hiduplah segala jenis hewan untuk dimakan baik di darat dan dilaut. Fabiayyi alai rabbikuma tukazziban. 31 kali Allah ulangi kalimat ini dalam QS Arrahman. Maka jangan bilang Allah tidak memberikan rezeki. Ketika orang lain hidup berkecukupan Kita anggap Allah tidak adil, padahal bisa jadi kita yang kurang bersyukur, atau belum tentu rezeki harta yang banyak itu merupakan nikmat. Jika bukan diperoleh dari yang thoyyib maka dia bisa berubah jadi laknat. Lihat Qarun dengan hartanya yang begitu banyak sampai kunci lemarinya saja harus diangkat oleh 7 orang. Tapi Allah benamkan semuanya ke tanah karena kekufurannya, makanya disebut orang harta qarun.

Masih banyak lagi nikmat-nikmat lain yang secara eksplisit disebut oleh Al-Quran. Kalau kau hitung nikmatku kamu tidak akan dapat menghitungnya.

MANFAAT SYUKUR BUKAN UNTUK TUHAN Allah sesungguhnya tidak menerima manfaat sedikitpun kalau kita syukur ataupun tidak. Karena syukur itu sebenarnya kembali pada diri kita sendiri.   Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Mahamulia (QS An-Naml [27]: 40) Menurut Mario Teguh Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.

Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.

Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang. Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.

Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita tak pernah menjadi “kaya” dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang “kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki.

Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah adanya kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Allah sudah menegur kita dalam surat Thoha 131

Mudah2an kita puasa kita bisa membentuk diri kita menjadi Hamba yang selalu bersyukur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: