MAKNA PUASA

Bahan Kultum

Tema : MAKNA PUASA

P = Pengendalian Diri (self Control)

Puasa (shaum) secara bahasa bermakna al-imsâk atau menahan diri dari sesuatu, seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna puasa seperti ini digunakan dalam QS Maryam ayat 26. Adapun secara istilah, puasa adalah menahan diri dari dua jalan syahwat—mulut dan kemaluan—dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari, disertai dengan niat.

Dari pengertian secara bahasa maupun istilah tersebut, jelas puasa hakikatnya adalah ‘menahan atau mengendalikan diri/hawa nafsu’ dari hal-hal yang telah Allah haramkan; bukan semata-mata menahan diri untuk tidak makan/minum atau berhubungan suami-istri di siang hari. Karena itu, esensi puasa sebetulnya adalah tunduk-patuh pada perintah dan larangan Allah SWT. Itulah takwa, yang memang menjadi target yang harus diraih dari amalan puasa Ramadhan.

Jika demikian, sejatinya pasca Ramadhan sekalipun, hingga datang Ramadhan berikutnya, seorang Muslim yang menghayati esensi puasa akan tetap ‘berpuasa’, dalam arti, tetap menahan diri atau mengendalikan hawa nafsunya dari hal-hal yang telah Allah haramkan. Jika ia mampu tetap ‘berpuasa’ pasca Ramadhan, berarti ia telah sukses meraih derajat takwa, sebagai tujuan akhir dari amalan puasanya.

Sayangnya, ‘berpuasa’ pasca Ramadhan nyatanya tidak selalu bisa dilakukan oleh setiap Muslim. Kebanyakan Muslim selesai ‘berpuasa’ begitu Ramadhan usai. Ketakwaan mereka pun ‘selesai’ begitu Ramadhan usai. Mereka kembali dikendalikan hawa nafsu, bukan mengendalikannya. Mereka kembali ‘berbuka’ dengan hal-hal yang haram, bukan ‘imsak’ (menahan diri) dari semua itu. Mereka kembali bermaksiat, bukan bertambah taat. Ini karena, saat Idul Fitri tiba, mereka bukan kembali ke fithrah (taat kepada Allah), tetapi kembali ke fatrah (futûr). Na’ûdzu billâh!

U = Ucapkan Perkataan yang baik atau diam

Puasa seperti termaktub dalam surat Albaqarah 183 juga diperintahkan kepada umat-umat terdahulu. Dalam surah Maryam diterangkan bahwa Nabi Zakaria disuruh untuk berpuasa dengan cara tidak berbicara kepada kaumnya selama 3 hari, kemudiam Maryam ibunda Nabi Isa A.S juga diperintahkan untuk puasa berbicara.

Jadi puasa tidak hanya bermakna menahan diri untuk tidak makan akan tetapi menjaga mulut atau lisan untuk senantiasa berbicara yang baik. Atau kalau tidak bisa sebaiknya diam saja.

Sabda Nabi

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل، فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشراب

Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)

dan sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam,

الصيام جنة، فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب فإن سابه أحد أو قاتله فليقل إني صائم

“Puasa itu perisai, jika sesorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata keji dan janganlah berkelahi, dan jika seseorang mencelanya atau memusuhinya maka katakanlah “Inni Shoim” (aku sedang berpuasa).” (Muttafaqun ‘alaihi)

A= Awali dengan niat karena Allah

Fungsi niat dlm ibadah sangatlah penting. Karena itu tiap muslim harus senantiasa memperbaiki niat dlm ibadah yaitu ikhlas utk Allah semata.

Umar ibnul Khaththab radliallahu anhu berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Amalan-amalan itu hanyalah tergantung dgn niatnya. Dan tiap orang hanyalah mendapatkan sesuai dgn apa yg dia niatkan. mk siapa yg niat hijrah krn Allah dan Rasul-Nya mk hijrah itu krn Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yg hijrah krn dunia yg ingin ia peroleh atau krn wanita yg ingin ia nikahi mk hijrah itu kepada apa yg dia tujukan/niatkan”.

Sabda nabi

1. Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)

2. Allah ‘Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad)

Sebuah hikayat, pada zaman lampau ada seorang hamba Allah yang sangat kuat ibadahnya, memiliki ketakwaan  yang tinggi.
Hamba Allah itu bergegas hendak menebang sebuah pohon yang besar dan rindang. Ditengah perjalanan hamba Allah itu dicegat oleh iblis .
‘Jangan kau tebang pohon itu. ‘ demikian iblis dengan nada mengancam, matanya melotot.
‘Itu bukan urusanmu, jangan kau menghalangiku.’ Kata hamba allah.
Karena saling ngotot, maka terjadilah perkelahian. Hanya dengan satu kali pukulan dan satu kali tendangan, iblis jatuh tersungkur mencium tanah.
Akhirnya iblis yang memiliki sifat licik , pantang putus asa dan banyak tipu muslihat membujuk hamba Allah.
‘Begini saja. Saya mengakui kekuatanmu. Saya kalah. Tapi kali ini saya hendak mengusulkan sesuatu, sekiranya kau mau menerima alangkah eloknya.’
‘Apa usulmu itu”? Tanya hamba Allah.
Setiap hari saya akan meletakan dibawah pintu rumahmu sejumah dinar (uang). Jumlahnya tergantung kesepakatan kita. Tidak ada yang sulit.Semua bisa diatur.Syaratnya, jangan kamu tebang pohon itu. Itu saja. Mudah kan ? Kata iblis.’
Setiap hari ada sejumlah uang di bawah pintu rumah hamba Allah itu sesuai dengan kesepakatan mereka.
Transfer dana dari iblis hanya berlangsung beberapa hari. Setelah hamba Allah mendapati kenyataan bahwa  tidak ada  lagi uang dibawah pintu rumahnya, maka hamba Allah itu mengambil kapak, mengasahnya kemudian bergegas hendak menebang  pohon itu.
“Sekarang saya harus menebang pohon itu. Harus. Tidak ada urusan.Dasar iblis. Penipu, pembohong ulung.’ Sungut hamba Allah.
Ditengah jalan hamba Allah itu dihadang iblis. ‘Kamu mau kemana?” Tanya iblis
‘Saya mau menebang pohon itu. Kamu tidak konsisten, tidak pegang kata-kata layaknya para politisi gemar putar lidah .’
‘Tidak boleh. Atau silahkan,  tapi harus bertarung dulu dengan saya. Langkahi dulu mayat saya baru kamu menebang pohon itu.’ Kata iblis sambil memasang  kuda-kuda.
Terjadilah perkelahian dan hanya dengan sebuah tendangan kaki kiri,  si hamba Allah terpental sampai lima meter jauhnya. Sambil meringis kesakitan hamba Allah itu mengaku kalah kemudian mengajukan sebuah pertanyaan kepada iblis. ‘ Dulu hanya dengan sebuah pukulan dan sebuah tendangan kamu saya tundukan, mengapa pula sekarang ini saya kalah hanya dengan tendangan kaki kirimu. Apa sebabnya hai iblis, atau kamu pergi berguru dimana ?’Tanya hamba Allah
‘Begini’ , jawab iblis. ‘dulu kamu hendak menebang pohon itu dengan niat karena Allah. Itu sebabnya kamu bisa mengalahkan saya hanya dengan dua kali gebrakan saja. Sekarang kamu hendak menebang pohon itu bukan niat karena Allah, tapi niat karena uang. Itu sebabnya kamu saya kalahkan hanya dengan  tendangan kaki kiriku.”
Iblis pun beranjak pergi, sementara hamba Allah masih meringis kesakitan,  berusaha bangkit kemudian berlalu dengan sempoyongan.

S = Sosial Control

Salah satu hikmah puasa adalah hikmah ijtima’iyah (hikmah sosial). Ketika kita berpuasa kita merasakan lapar, hal ini seharusnya menumbuhkan rasa empati kepada orang-orang yg susah yang  memang lapar karena tidak ada makanan. Dengan puasa kita bisa lebih peduli kepada mereka dengan cara banyak memberikan shodaqah

Apakah Anda lapar saat puasa? pasti, setiap yang puasa pasti lapar. Enakkah lapar itu? tidak, kalau enak pasti semua orang berlomba untuk jadi orang miskin. Nah, disinilah titik baliknya. Anda mulai dilatih untuk merasakan dan sensitif terhadap orang miskin di sekitar kita, untuk perhatian kepada mereka. Untuk apa? untuk bersedekah dan berbagi kepada mereka, untuk mengurangi kesenjangan sosial antara kita, untuk ketentraman masyarakat, harta, dan jiwa kita. Anda boleh menumpuk harta, deposit banyak, rumah bagus, harta melimpah, semuanya ada. Tapi jangan lupa, rejeki Anda hanyalah sebatas apa yang sudah sampai ke perut, selebihnya belum merupakan rejeki walaupun itu milik Anda. Kelebihan itu adalah sebagian milik mereka yang tidak mampu, bagikan kepada mereka dengan cara – cara yang bijak, dengan cara – cara yang baik yang membuat mereka hidup lebih baik dan sejahtera.
Jika cinta antara “orang kaya yang lapar” terhadap “orang miskin yang lapar” tercipta, maka untaian hikmah kemanusiaan di dalam diri menemukan kekuasaannya sebagai “sang mesias”, juru selamat. Orang berpunya yang hatinya selalu diasah dengan puasa, maka telinga jiwanya mendengar suara sang fakir yang merintih. Orang berpunya akan memaknai semua atas pengabdian yang tulus, iimaanan wa ihtisaaban (karena iman dan ketulusan). Semua karena Allah, karena hanya Dia Sang pemilik segala.[]

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

A = Ampunan / Amnesti Allah

Amnesti (dari bahasa Yunani, amnestia) adalah sebuah tindakan hukum yang mengembalikan status tak bersalah kepada orang yang sudah dinyatakan bersalah secara hukum sebelumnya. Amnesti diberikan oleh badan hukum tinggi negara semisal badan eksekutif tertinggi, badan legislatif atau badan yudikatif.

Bagi orang yang berpuasa Amnesti ini langsung diberikan oleh Allah sang Penguasa Alam ini. Maka Allah menghapuskan Kesalahan atau dosa dari orang orang yang berpuasa sehingga ia menjadi bersih kembali seperti baru dilahirkan oleh ibunya

 

Puasa bertujuan membentuk pribadi yang bertaqwa, dan orang-orang yang bertaqwa ini dijanjikan allah untuk mendapatkan Ampunan dari Allah yang merupakan kunci untuk mendapatkan surganya Allah seperti yg termaktub dalam surat Ali Imron – 133

* (#þqãã͑$y™ur 4’n<Î) ;otÏÿøótB `ÏiB öNà6În/§‘ >p¨Yy_ur $ygàÊótã ßNºuq»yJ¡¡9$# ÞÚö‘F{$#ur ôN£‰Ïãé& tûüÉ)­GßJù=Ï9 ÇÊÌÌÈ   t

133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

dan Nabi juga menyatakan dalam Haditsnya :

“man shoma romadhona imanan wah tisaban ghufira lahu ma taqaddama min zanbihi”

 Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)

Tag : Kumpulan Ceramah, Khutbah, Kultum, Bahan / Materi Ceramah, Artikel Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: